Seorang perempuan sedang dalam fase terberat dalam hidupnya. Hidup belasan tahun hingga menginjak puluhan tahun membuatnya sadar akan beberapa hal. Pertama, gadis itu bisa berteman dengan dirinya sendiri pun bisa menjadi musuh yang selama ini selalu mendiami bagian paling gelap dalam hidupnya. Ketika musuh itu datang di hidupnya, ia tidak tahu harus bagaimana. Apa ia harus mengikuti apa kata musuh itu, atau menolak sebisanya. Namun, kegelapan itu ternyata semakin bertambah kian hari dan dirinya tidak bisa lagi menolak. Sehingga musuh pun menguasai jiwanya, entah membuat gadis itu membenci diri sendiri dan bahkan lebih parah. Entah kapan teman perempuan itu akan muncul, dan entah sampai kapan musuh itu akan terus bersamanya. Ia hanya punya satu amunisi di dunia ini. Meminta sebuah pertolongan kepada semesta yang mengatur alur kehidupan. Berdoa agar musuhnya ini kembali ke tempatnya dan tidak perlu datang lagi di hidupnya. Ia tidak bisa...